Energi panas bumi: Panas yang tersimpan di dalam bumi.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Pemanasan langsung untuk kolam renang, pengeringan pertanian, atau rumah kaca (green house).
Bahan Bakar Fosil: Berasal dari sisa-sisa makhluk hidup yang mengendap ribuan tahun lalu.
Minyak bumi: Diolah menjadi bensin, minyak tanah, dan bahan bakar lainnya.
Gas alam: Digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan pembangkit listrik.
Batu bara: Digunakan untuk pembangkit listrik (PLTU) dan sebagai bahan bakar pemanas.
Energi Matahari: Energi cahaya dan panas dari matahari.
Fotosintesis pada tumbuhan mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia.
Panel surya mengubah energi matahari menjadi listrik (misalnya untuk cold storage ikan).
Energi Udara: Energi yang dihasilkan dari gerakan udara.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Potensi energi gravitasi pada air terjun untuk menghasilkan listrik.
Energi Angin: Energi yang dihasilkan dari gerakan udara.
Kincir angin yang dihubungkan dengan turbin atau generator untuk menghasilkan listrik.
Energi Pasang Surut Air Laut (Energi Tidal): Energi dari gerakan pasang surut air laut.
Dapat digunakan sebagai pembangkit listrik dengan memanfaatkan aliran energi udara.
Energi Nuklir: Energi yang dilepaskan dari peluruhan unsur radioaktif seperti uranium di dalam bumi.
Sumber energi internal bumi yang terus menerus menghasilkan panas.
Energi Gravitasi: Gaya tarik Bumi yang menahan benda-benda tetap di tempatnya.
Memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi, namun tidak secara langsung dimanfaatkan sebagai pembangkit energi seperti energi lainnya.
Sumber:(Wikipedia)
Sumber:( katadata)





0 comments:
Post a Comment